Tiga Personel Polres Metro Bekasi Dipecat karena Kasus Narkoba dan Desersi

Tiga anggota Polres Metro Bekasi dipecat karena melanggar kode etik kepolisian. Anggota yang diberhentikan tersebut berasal dari Unit Sabhara dan Narkoba.

Kapolres Metro Bekasi Kombes Gidion Arif Setyawan mengatakan, dari tiga anggota yang diberhentikan itu dua di antaranya karena kasus narkoba. Sedangkan sisanya karena desersi atau meninggalkan tugas dan jabatan.

“Dua anggota karena kasus narkoba dan satu anggota lagi karena mangkir,” ucap Gidion, Sabtu (31/12).

Baca Juga :
Jual Saldo Paypal
Jual Beli Saldo Paypal
Saldo Paypal Terpercaya

Upacara pemberhentian tiga anggota Polres Metro Bekasi itu dilakukan pada Jumat (30/12) kemarin di Lapangan Mapolres Metro Bekasi. Tiga polisi tersebut berinisial Briptu JB, Briptu EF dan Brigadir MB.

Gidion mengatakan, selain menjalankan aturan, pemberhentian dengan tidak hormat itu juga dilakukan untuk memberikan motivasi kepada anggota yang lain agar menjalankan tugas pokok Polri dengan baik.

Baca juga :
Jasa Pbn Premium
Jasa Pbn Berkualitas
Jasa Pbn

“Jadi tiga personel yang PTDH itu bisa menjadi motivasi bagi yang lain agar menjalankan tugas dengan baik, ini juga membuktikan kalau Polri tidak kebal hukum kalau terlibat narkoba atau kode etik,” ungkapnya.

Tiga personel yang dipecat dari kepolisian tersebut masing-masing bertugas di Polsek Muaragembong, Polsek Cabangbungin dan Polres Metro Bekasi.

Sopir Truk Tewas saat Antre Panjang di SPBU

Warga dan pengendara yang sedang mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Jalan Demang Lebar Daun Palembang dibuat heboh. Sebab, ada seorang pengemudi tewas di dalam truk, Kamis (22/12). Kematian korban diduga terkena serangan jantung.

Korban diketahui berinisial ER (54), warga Kalidoni Palembang. Jenazah telah diserahkan ke rumah duka untuk dimakamkan.

Baca Juga :
Jual Saldo Paypal
Jual Beli Saldo Paypal
Saldo Paypal Terpercaya

Korban diketahui mengantre solar di SPBU tersebut. Antrean kendaraan cukup panjang sehingga memakan waktu yang lama untuk sampai giliran.

Begitu telah hampir dekat, korban tak kunjung memajukan truknya. Meski diklakson pengemudi di belakangnya, namun tetap tak bergerak sedikit pun yang membuat orang penasaran apa yang terjadi.

Saat dicek, kepala korban bersandar di setir mobil. Dan korban dinyatakan tewas begitu nadinya tak berdenyut lagi dan dipastikan lagi pemeriksaan di rumah sakit.

Kapolsek Ilir Barat I Palembang Kompol Rian Suhendi mengungkapkan, korban diduga tewas karena serangan jantung. Medis tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuhnya.

Baca juga :
Jasa Pbn Premium
Jasa Pbn Berkualitas
Jasa Pbn

“Dugaan kuat karena serangan jantung saat mengantre solar,” ungkap Rian.

Keluarga menolak jenazah dilakukan autopsi. Terlebih mereka mengetahui korban memiliki riwayat penyakit jantung.

“Keluarga menganggap ini adalah musibah dan merasa yakin bukan karena tindak pidana. Karena itu, jenazah langsung diserahkan tanpa autopsi,” pungkasnya.

Terlantarkan Anak dan Istri, Anggota Polisi Divonis 1,5 Tahun Penjara!

Majelis hakim Pengadilan Negeri Kelas IA Palembang menjatuhkan putusan bersalah kepada Iptu Hartam Jalidin karena menelantarkan istri dan enam anaknya. Anggota Polda Sumatera Selatan itu divonis 1,5 tahun penjara.

Hakim menilai terdakwa melanggar Pasal 49 huruf a juncto Pasal 9 ayat (1) Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga. Vonis tersebut sedikit lebih rendah dari tuntutan jaksa selama 1,8 tahun penjara.

Baca juga :
Jasa Pbn Premium
Jasa Pbn Berkualitas
Jasa Pbn

“Menjatuhkan dan menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama satu tahun dan lima bulan dengan perintah agar terdakwa dilakukan penahanan,” kata hakim ketua Mangapul Manalu saat membacakan putusan, Selasa (13/12).

Mendengar putusan, terdakwa dan JPU dari Kejaksaan Negeri Palembang belum menentukan sikap. Kedua belah pihak masih mempertimbangkan langkah selanjutnya.

“Saya pikir-pikir dulu untuk banding yang mulia,” kata terdakwa.

Sementara istri terdakwa, Depy Arianti mengaku puas dengan putusan hakim. Dia menilai hukuman itu sudah setimpal dengan perbuatan terdakwa karena menelantarkan ia dan enam anaknya.

Baca Juga :
Jual Saldo Paypal
Jual Beli Saldo Paypal
Saldo Paypal Terpercaya

“Saya sudah cukup puas, walaupun belum sebanding dengan penderitaan kami, tapi sudah berkeadilan,” tutupnya.

Dalam fakta persidangan, terdakwa menelantarkan istri dan anak-anaknya karena memiliki wanita idaman lain. Terdakwa tidak pulang sejak 2020 dan tak lagi memberi nafkah kepada keluarganya.

Jelang Ngunduh Mantu, Keluarga Jokowi Keliling Solo Naik Bus Tingkat Werkudoro!

Ibu Negara Iriana Jokowi dan keluarga, Selasa (6/12) sore menyempatkan diri menjajal bus tingkat wisata Werkudoro. Mereka berkeliling menikmati indahnya Kota Solo dengan menumpang bus warna merah itu.

Ikut dalam rombongan keluarga Gibran Rakabuming Raka dan keluarga Bobby Nasution. Gibran mengajak istrinya Selvi Ananda serta kedua anaknya. Yakni Jan Ethes Srinarendra dan La Lembah Manah.

Baca juga :
Jasa Pbn Premium
Jasa Pbn Berkualitas
Jasa Pbn

Sedangkan Wali Kota Medan, Bobby Nasution mengajak serta istrinya Kahiyang Ayu dan ketiga anaknya. Yakni Sedah Mirah, Panembahan Al Nahyan, dan Panembahan Al Saud.

Sementara Presiden Jokowi dan putra bungsunya, Kaesang Pangarep tak nampak serta. Sebelumnya Jokowi mengatakan baru akan pulang ke Solo lagi pada Jumat mendatang. Sedangkan Kaesang, masih disibukkan dengan pekerjaan di Jakarta.

Iring-iringan Dimulai dari Graha Saba Buana

Perjalanan keluarga keluarga presiden dimulai dari Graha Saba Buana, Banjarsari Solo sekitar pukul 16.00 WIB. Tempat tersebut memang tak jauh dari kediaman pribadi keluarga presiden.

Bus yang mereka tumpangi kemudian berhenti sejenak di salah satu rumah makan siap saji Jalan Slamet Riyadi. Tak lama kemudian berhenti lagi di depan Balai Kota Solo.

Saat di balai kota, Ibu Negara dan keluarga sempat turun. Mereka berfoto bersama dengan latarbelakang hiasan Natal.

Baca Juga :
Jual Saldo Paypal
Jual Beli Saldo Paypal
Saldo Paypal Terpercaya

“Iya, ini (perjalanannya) sesuai rute BST (Batik Solo Trans),” ujar Gibran.

Setelah berfoto bersama, dikatakan Wali Kota Solo, rombongan akan segera pulang ke kediaman prinadi keluarga Presiden Jokowi di Sumber, Banjarsari, Solo.

“Setelah ini langsung pulang,” pungkasnya.