Kata Pakar Soal Kampus Gaet Pinjol: Salahi Aturan dan Picu Mahasiswa Terlilit Utang

Sejumlah kampus di Indonesia salah satunya Institut Teknologi Bandung (ITB) tengah menjadi sorotan publik gegara kebijakan opsi pembayaran uang kuliah tunggal (UKT) menggunakan skema pinjaman online (pinjol). Diketahui, mahasiswa ITB dapat membayar kuliah secara cicil lewat pinjaman online Dana Cita.

Kebijakan ini terkuak setelah beredarnya poster ITB pada sebuah akun X (dulu Twitter). Poster tersebut menunjukkan tawaran kepada mahasiswa ITB untuk membayar UKT dengan cara mencicil lewat Dana Cita.

Kabar tersebut kemudian menuai polemik lantaran pengajuan bisa dilakukan tanpa jaminan dengan bunga harian. Menanggapi hal ini, pakar ekonomi Universitas Muhammadiyah Surabaya, Arin Setyowati berpendapat bahwa kebijakan ITB tersebut akan lebih membebankan mahasiswa.

“Artinya jika dalam proses pelunasan terdapat kelalaian sehari saja telat bayar maka akan berdampak pada penumpukan nominal bunga yang harus ditanggung oleh mahasiswa. Maka otomatis berpotensi menjerat mahasiswa dalam lilitan utang yang ketika gagal bayar dapat berujung pada praktik intimidasi,”ujar Arin dalam laman UM Surabaya, dikutip pada Selasa (30/1/2024).

Kebijakan ITB Bertentangan dengan UU

Lebih lanjut Arin menuturkan penyediaan dana pinjaman seperti ini tidak sejalan dengan amanat UU No 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. UU tersebut mengamanatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah atau perguruan tinggi wajib memenuhi hak mahasiswa yang kurang mampu secara ekonomi agar tetap bisa menyelesaikan studinya.

Bantuan dari perguruan tinggi dapat disediakan dalam bentuk beasiswa atau pembebasan biaya pendidikan. Untuk kasus mahasiswa yang masih sanggup bayar tetapi secara cicil, Arin menyebut kampus harus menyediakan pinjaman dana tanpa bunga yang wajib dilunasi setelah lulus.

Arin mengatakan pihak kampus bisa menjalin kerja sama dengan bank mitra atau koperasi kampus ketimbang perusahaan pendanaan Fintech. Selain itu, pinjaman yang ditawarkan kepada mahasiswa harus mempunyai tenor panjang.

Kampus Perlu Menjunjung Nilai Kemanusiaan

Menurut Arin, kejadian ini perlu menjadi pembelajaran agar kampus bisa menjunjung nilai kemanusiaan. Kasus bayar UKT lewat pinjol ini menggambarkan tugas, fungsi, dan nilai kampus yang kabur.

Kampus seharusnya tidak abai soal aksesibilitas pendidikan atau keselamatan mahasiswa. Hal ini dikarenakan sistem pembayaran pinjaman online dapat memicu tindak intimidasi terhadap mahasiswa jika terjadi gagal bayar.

Arin mengatakan sistem pinjaman kampus bisa meniru kampus di luar yang menawarkan student loans dengan tenor pembayaran panjang (2-10 tahun). Dalam bahasa Indonesia, student loans berarti kredit pendidikan.