Demo Mahasiswa Senin 11 April, Mahfud ke Aparat: Tidak Perlu Bawa Peluru Tajam, Tidak Boleh Ada Kekerasan!

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan atau Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengaku telah menghubungi pihak keamanan terkait fder. Dia menyarankan aparat keamanan untuk tidak melakukan apa pun di luar aturan hukum.

Koordinasi itu terjadi karena aparat keamanan dan aparat penegak hukum diminta untuk memberikan pengamanan saat demonstrasi.

“Pemerintah telah berkoordinasi dengan aparat keamanan dan aparat penegak hukum untuk memberikan pelayanan dan keamanan yang sebaik-baiknya,” kata Mahfud usai memimpin kantor Kemenko Polhukam dalam rapat koordinasi terbatas pengembangan situasi politik dan keamanan di negara asal, Urusan Hukum dan Keamanan, Jakarta Pusat, Sabtu (9/09/2020 04/2022).

Tidak boleh ada kekerasan, tidak ada peluru tajam dan tidak ada provokasi,” lanjutnya.

Selain itu, Mahfud juga mengatakan bahwa demonstrasi adalah bagian dari demokrasi. Sehingga pemerintah mengizinkan mahasiswa untuk melakukan demonstrasi selama dua hari ke depan.

Namun, dia mengimbau agar aksi unjuk rasa dapat dilakukan dengan baik tanpa harus melanggar hukum yang berlaku.

“Oleh karena itu, pemerintah menghimbau kepada pemerintah untuk melakukan upaya mediasi secara tertib, tidak anarkis dan tanpa hukum. Yang penting pemerintah dan kebebasan bisa mendengar aspirasi mereka.”

Sebelumnya, Aliansi Pelajar Indonesia (AMI) menggelar aksi unjuk rasa di Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (1/4) lalu. Seruan aksi massa itu ditujukan untuk menolak penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden.

Perwakilan AMI Bayu Satria Utomo mengatakan penundaan pemilihan – serta perpanjangan masa jabatan presiden – perlu ditangani. Tentu saja oleh Joko Widodo sebagai orang nomor satu di Indonesia.

Penolakan untuk menunda pemilihan dan memperpanjang masa jabatan presiden harus ditanggapi langsung oleh presiden selaku pejabat tinggi negara,” kata Bayu saat diumumkan Senin (4/4).

Selama ini mahasiswa masih menunggu Jokowi dan wacana untuk menolak secara terang-terangan penundaan pilkada dan perpanjangan masa jabatan. Jika tidak, kata Bayu, mahasiswa mengancam akan turun ke jalan dalam jumlah yang lebih besar.

Olla Ramlan Menangis Setelah Sidang Mediasi Perceraian dengan Aufar Hutapea

Olla Ramlan dan Aufar Hutapea kompak hadir di Pengadilan Agama Jakarta Selatan guna menjalani sidang cerai perdana mereka, Senin (4/4/2022).

Beragendakan mediasi, alhasil diucapkan gagal dan akan berlanjut ke rencana selanjutnya yaitu pembacaan gugatan yang akan di lakukan minggu depan.

Berakhir mediasi, mata Olla Ramlan kelihatan bengkak dan tampak seperti habis menangis. Maruli Tampubolon kuasa undang-undang Olla Ramlan tidak membangkang klienya menangis berakhir mediasi.

“Seluruh orang juga pasti menikmati hal seperti ini di kala adanya perceraian,” sebut Maruli Tampubolon dijumpai berakhir sidang.

Menghargai

Maruli Tampubolon tidak berkeinginan membahas lebih dalam berhubungan tangisan Olla Ramlan. Yang pasti dia menghargai kedua belah pihak yang kompak hadir dalam persidangan.

“Jadi, bukan suatu hal yang sedap untuk diamati, untuk didengar, maupun dirasa. Tetapi, kami menghargai, bagus Olla ataupun Aufar yang datang dan meniru pelaksanaan undang-undang ini dengan bagus dan benar,” sebut Maruli.

Tak Layak

Untuk alasan cerai, Maruli Tampubolon belum dapat menjelasakan secara rinci. Yang pasti perceraian terjadi sebab tak ada kecocokan diantara keduanya.

“Bahwa, ada ketidakcocokan di antara kedua belah pihak, itu yaitu kekerabatan suami dan istri. Enggak dapat dipaksakan oleh siapa malahan juga,” kata Maruli Tampubolon.

Polres Tangsel Bangun 8 Pos Pantau Jaga Kamtibmas

polishsoca.com – Antisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dikala Ramadhon, Polres Tangerang Selatan mendirikan 8 Pos Pantau yang tersebar di kawasan undang-undangnya.

Hal hal yang demikian dipersembahkan Kapolres Tangerang Selatan AKBP Sarly Sollu dikala meninjau lokasi pos pantau Polsek Pamulang dan Polsek Legok.

“Polres Tangerang Selatan mendirikan delapan Pos Pantau, ini dimaksudkan untuk mengantisipasi adanya melanggar hukum dan juga SOTR, di mana pantas arahan Bapak Kapolda tak ada SOTR,” ujar Sarly, Pekan (3/4/2022).

Pada pengerjaannya, lanjut ia, personel Pos Pantau akan mengerjakan patroli keliling memberikan imbauan prokes terhadap masyarakat dan juga melarang aktivitas sahur on the road (SOTR), untuk menjaga keamanan dan ketertiban di bulan ramadhon.

Adapun Pos Pantau yang didirikan oleh Polres Tangsel dan Polsek jajaran terletak di Pos Statis Polsubsektor Gaplek Pamulang, Pos Statis Sandratex Ciputat Timur, Pos Statis Jalan Boulevard Sektor 7 Bintaro.

“Lalu di Pos Statis Alam Sutera Serpong Utara, Pos Statis TL. Froggy Pagedangan, Pos Statis Legok Permai dan Pos Statis Lippo Karawaci,” terang Sarly.

Selama Ramadhon, Sampah di Kota Tangsel Diprediksi Meningkat

Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memperkirakan jumlah sampah rumah tangga selama puasa Ramadhon 1443 Hijriah meningkat.

Peningkatan jumlah sampah itu, didasari dari proyeksi peningkatan konsumsi masyarakat Tangsel, selama ibadah puasa.

“Ada peningkatan belanja masyarakat ke pasar, artinya ada peningkatan konsumsi di Ramadhon. Dikala konsumtif mereka pasti ada timbunan,” jelas Kepala DLH Tangsel, Wahyunoto Lukman, Pekan (3/4/2022).

Berdasarkan ia, produksi sampah di Tangsel, lebih banyak disumbang dari sampah rumah tangga. Dengan peningkatan konsumsi masyarakat pada bulan puasa, karenanya jumlah sampah yang diproduksi rumah tangga juga naik.

“Seandainya diperkirakan tiap rumah tangga menambah hingga 0,5 persen saja per rumah tangga, karenanya penambahan sampah kita menempuh 250 ton di bulan Ramadhon,” tutur Wahyunoto.

Seandainya dibandingi dengan produksi sampah yang menempuh 400-500 ton sampah per hari, pada Ramadhon, produksi sampah dapat menjadi 750 ton.

“Lazimnya 400 hingga 500 ton per hari. Ini estimasi dengan kemungkinan mereka konsumsi lebih tinggi, karenanya ada tambahan sampah per rumah tangga jadi sempurna dapat 750 ton perhari di bulan Ramadhon,” tutur Wahyunoto.